E-Business
SEJARAH LAHIR DAN
BERKEMBANGNYA E-BISNIS
Perdagangan elektronik berarti
fasilitasi transaksi komersial secara elektronik, menggunakan teknologi seperti Electronic Data Interchange (EDI) dan Transfer Dana Elektronik (TDE). Konsep Electronic Data Interchange danElectronic Data Interchange sama-sama diperkenalkan pada akhir
1970-an.
Bisnis yang memungkinkan untuk
mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian atau invoice secara
elektronik. Pertumbuhan dan penerimaan kartu kredit, anjungan tunai mandiri
(ATM) dan telepon perbankan di tahun 1980-an juga merupekan bentuk E-Commerce.
Bentuk lain dari e-commerce adalah sistem reservasi maskapai ditandai oleh
Sabre di Amerika Serikat dan Travicom di Inggris.
Online Shopping, sebuah komponen penting perdagangan elektronik, diciptakan oleh Michael Aldrich di Inggris pada tahun 1979. Pertama di dunia yang tercatat B2B adalah Thomson Holidays pada tahun 1981 [1] Yang pertama adalah B2C tercatat Gateshead SIS / Tesco pada tahun 1984 [2] di dunia belanja online pertama yang tercatat adalah Nyonya Jane Snowball dari Gateshead, Inggris [3] Selama tahun 1980-an, belanja online juga digunakan secara luas di Inggris oleh produsen mobil seperti Ford, Peugeot-Talbot, General Motors dan Nissan. [4] Semua organisasi-organisasi ini dan lain-lain menggunakan sistem Aldrich. Sistem diaktifkan menggunakan jaringan telepon umum di dial-up dan leased line mode yang mana sistem ini tidak memiliki kemampuan broadband.
Contoh lainnya yaitu perdagangan elektronik barang fisik adalah Boston Computer Exchange, sebuah pasar untuk komputer yang digunakan diluncurkan pada tahun 1982. Informasi online awal pasar, termasuk konsultasi online, adalah Pertukaran Informasi Amerika, pra lain Internet sistem online diperkenalkan pada tahun 1991. Pada tahun 1990 Tim Berners-Lee menciptakan World Wide Web dan mengubah jaringan telekomunikasi akademik ke dalam dunia komunikasi sehari-hari orang umum sistem yang disebut internet. Perusahaan komersial di internet sangat dilarang sampai tahun 1991. Meskipun Internet menjadi populer di seluruh dunia sekitar 1994, ketika pertama belanja online internet yang mulai, butuh waktu sekitar lima tahun untuk memperkenalkan protokol keamanan dan DSL terus-menerus memungkinkan koneksi ke Internet.
Online Shopping, sebuah komponen penting perdagangan elektronik, diciptakan oleh Michael Aldrich di Inggris pada tahun 1979. Pertama di dunia yang tercatat B2B adalah Thomson Holidays pada tahun 1981 [1] Yang pertama adalah B2C tercatat Gateshead SIS / Tesco pada tahun 1984 [2] di dunia belanja online pertama yang tercatat adalah Nyonya Jane Snowball dari Gateshead, Inggris [3] Selama tahun 1980-an, belanja online juga digunakan secara luas di Inggris oleh produsen mobil seperti Ford, Peugeot-Talbot, General Motors dan Nissan. [4] Semua organisasi-organisasi ini dan lain-lain menggunakan sistem Aldrich. Sistem diaktifkan menggunakan jaringan telepon umum di dial-up dan leased line mode yang mana sistem ini tidak memiliki kemampuan broadband.
Contoh lainnya yaitu perdagangan elektronik barang fisik adalah Boston Computer Exchange, sebuah pasar untuk komputer yang digunakan diluncurkan pada tahun 1982. Informasi online awal pasar, termasuk konsultasi online, adalah Pertukaran Informasi Amerika, pra lain Internet sistem online diperkenalkan pada tahun 1991. Pada tahun 1990 Tim Berners-Lee menciptakan World Wide Web dan mengubah jaringan telekomunikasi akademik ke dalam dunia komunikasi sehari-hari orang umum sistem yang disebut internet. Perusahaan komersial di internet sangat dilarang sampai tahun 1991. Meskipun Internet menjadi populer di seluruh dunia sekitar 1994, ketika pertama belanja online internet yang mulai, butuh waktu sekitar lima tahun untuk memperkenalkan protokol keamanan dan DSL terus-menerus memungkinkan koneksi ke Internet.
Pada akhir 2000, banyak orang Eropa
dan perusahaan-perusahaan bisnis Amerika menawarkan jasa mereka melalui World Wide Web. Sejak itu orang
mulai mengaitkan kata “e-commerce” dengan kemampuan membeli berbagai barang
melalui Internet menggunakan protokol aman dan layanan pembayaran elektronik.
Begitu banyak definisi tentang e-business yang
terdapat dalam literatur dan internet. Berikut ini
adalah beberapa di antaranya:
adalah beberapa di antaranya:
E-business adalah
praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama seperti
perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan, pemenuhan
pesanan, dan penyediaan servis melalui penggunaan teknologi komunikasi, komputer, dan
data yang telah terkomputerisasi. (Steven Alter. Information System: Foundation of E-Business. Prentice Hall. 2002)
perancangan produk, pengelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan, pemenuhan
pesanan, dan penyediaan servis melalui penggunaan teknologi komunikasi, komputer, dan
data yang telah terkomputerisasi. (Steven Alter. Information System: Foundation of E-Business. Prentice Hall. 2002)
E-business meliputi
semua hal yang harus dilakukan menggunakan teknologi informasi dan
komunikasi (ICT) untuk melakukan kegiatan bisnis antar organisasi maupun dari organisasi
ke konsumen. (Sid L. Huff, dkk. 2000. Cases in Electronic Commerce. McGraw-Hill)
komunikasi (ICT) untuk melakukan kegiatan bisnis antar organisasi maupun dari organisasi
ke konsumen. (Sid L. Huff, dkk. 2000. Cases in Electronic Commerce. McGraw-Hill)
Penggunaan internet dan
teknologi digital lainnya untuk komunikasi, koordinasi, dan
manajemen organisasi. (Kenneth C. Laudon dan Jane P. Laudon. 2001. Esssentials of Management Information Systems: Organization and Technology in Networked Enterprise. Prentice Hall)
manajemen organisasi. (Kenneth C. Laudon dan Jane P. Laudon. 2001. Esssentials of Management Information Systems: Organization and Technology in Networked Enterprise. Prentice Hall)
E-business adalah
mengenai penggunaan teknologi internet untuk melakukan transformasi
proses bisnis yang dilakukan. Bentuk e-business yang paling mudah terlihat adalah
pembelian barang secara online baik retail maupun grosir. (Samantha Shurety.1999. E-businesswith Net.Commerce. Prentice Hall)
proses bisnis yang dilakukan. Bentuk e-business yang paling mudah terlihat adalah
pembelian barang secara online baik retail maupun grosir. (Samantha Shurety.1999. E-businesswith Net.Commerce. Prentice Hall)
Definisi e-business
menurut IBM adalah sebuah pendekatan yang aman, fleksibel, dan
terintegrasi untuk memberikan nilai bisnis yang berbeda dengan mengkombinasikan sistem
dan proses yang menjalankan operasi bisnis utama dengan pemanfaatan teknologi internet.
(Christoper Stoole. 2000. E-business – Just What is It? http://ebusiness.about.com/industry)
terintegrasi untuk memberikan nilai bisnis yang berbeda dengan mengkombinasikan sistem
dan proses yang menjalankan operasi bisnis utama dengan pemanfaatan teknologi internet.
(Christoper Stoole. 2000. E-business – Just What is It? http://ebusiness.about.com/industry)
Menghubungkan sistem
teknologi informasi tradisional dengan internet akan menjadi
sebuah e-business. (Daniel Amor. 2000. The E-business Revolution. Prentice Hall)
sebuah e-business. (Daniel Amor. 2000. The E-business Revolution. Prentice Hall)
E-business adalah
mengelola bisnis di internet yang terkait dengan pembelian, penjualan,
pelayanan terhadap konsumen, dan kolaborasi antar rekan bisnis. Istilah e-business pertama
kali digunakan salah satunya oleh IBM pada tahun 1997. (SearchCIO.com)
pelayanan terhadap konsumen, dan kolaborasi antar rekan bisnis. Istilah e-business pertama
kali digunakan salah satunya oleh IBM pada tahun 1997. (SearchCIO.com)
Perusahaan di internet;
Penggunaan internet untuk pengelolaan bisnis misalnya untuk
menghubungkan dengan konsumen, supplier, pekerja, dan rekan bisnis.; Perusahaan yang
menggunakan teknologi internet. (MSN Encarta)
menghubungkan dengan konsumen, supplier, pekerja, dan rekan bisnis.; Perusahaan yang
menggunakan teknologi internet. (MSN Encarta)
Definisi e-business
secara sederhana adalah penggunaan internet untuk berhubungan
dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier. Penggunaan internet menyebabkan proses
bisnis menjadi lebih efisien. Dalam penggunaan e-business, perusahaan perlu untuk
membuka data pada sistem informasi mereka agar perusahaan dapat berbagi informasi
dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier dan dapat bertransaksi secara elektronik
dengan mereka memanfaatkan internet.Beda e-business dengan e-commerce adalah ecommercehanya berupa transaksi secara elektronik di internet sedangkan e-business
termasuk juga pertukaran informasi secara online misalnya sebuah perusahaan manufaktur
membagi informasi persediaan bahan baku ke supplier, sebuah lembaga keuangan membagi
informasi tentang perbankan, credit card, dll dengan konsumen mereka, dan sebagainya.
(Executive Guides: Business To Customer http://www.netessence.com.cy)
dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier. Penggunaan internet menyebabkan proses
bisnis menjadi lebih efisien. Dalam penggunaan e-business, perusahaan perlu untuk
membuka data pada sistem informasi mereka agar perusahaan dapat berbagi informasi
dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier dan dapat bertransaksi secara elektronik
dengan mereka memanfaatkan internet.Beda e-business dengan e-commerce adalah ecommercehanya berupa transaksi secara elektronik di internet sedangkan e-business
termasuk juga pertukaran informasi secara online misalnya sebuah perusahaan manufaktur
membagi informasi persediaan bahan baku ke supplier, sebuah lembaga keuangan membagi
informasi tentang perbankan, credit card, dll dengan konsumen mereka, dan sebagainya.
(Executive Guides: Business To Customer http://www.netessence.com.cy)
E-bisnis adalah istilah
yang digunakan untuk menggambarkan bisnis yang dijalankan pada
internet, atau penggunaaan teknologi internet untuk meningkatkan produktivitas dan
keutungan dari suatu bisnis. (http://www.wisegeek.com/what-is-ebusiness.htm)
internet, atau penggunaaan teknologi internet untuk meningkatkan produktivitas dan
keutungan dari suatu bisnis. (http://www.wisegeek.com/what-is-ebusiness.htm)
Berdasarkan beberapa
definisi e-bisnis yang dikemukakan di atas, kita dapat
menggabungkannya ke dalam suatu definisi e-business yang utuh dengan melihat kesamaan dari
setiap definisi tersebut dan menggabungkannya. Kesamaan tersebut dapat kita lihat dari
beberapa sudut pandang, yaitu pelaku e-business, alat atau media atau sumber daya yang
digunakan, objek atau kegiatan yang menjadi sasaran, tujuannya, dan keuntungan yang
diberikan. Hasilnya sebagai berikut:
menggabungkannya ke dalam suatu definisi e-business yang utuh dengan melihat kesamaan dari
setiap definisi tersebut dan menggabungkannya. Kesamaan tersebut dapat kita lihat dari
beberapa sudut pandang, yaitu pelaku e-business, alat atau media atau sumber daya yang
digunakan, objek atau kegiatan yang menjadi sasaran, tujuannya, dan keuntungan yang
diberikan. Hasilnya sebagai berikut:
• Pelaku E-Business
‐ Organisasi, konsumen, perusahaan, supllier, pekerja, rekan bisnis
‐ Organisasi, konsumen, perusahaan, supllier, pekerja, rekan bisnis
• Alat/Media/Sumber
Daya yang Digunakan
‐ Teknologi informasi dan komunikasi
‐ Komputer, data yang telah terkomputerisasi
‐ internet
‐ Teknologi informasi dan komunikasi
‐ Komputer, data yang telah terkomputerisasi
‐ internet
• Kegiatan Sasaran
‐ Kegiatan bisnis
‐ Proses bisnis utama
‐ Pembelian, penjualan,pelayanan, transaksi
‐ Operasi bisnis utama
‐ Kegiatan bisnis
‐ Proses bisnis utama
‐ Pembelian, penjualan,pelayanan, transaksi
‐ Operasi bisnis utama
• Tujuan
‐ Koordinasi, Komunikasi, dan Pengelolaan organisasi
‐ Transformasi proses bisnis
‐ Sharing informasi
‐ Koordinasi, Komunikasi, dan Pengelolaan organisasi
‐ Transformasi proses bisnis
‐ Sharing informasi
• Keuntungan
– Pendekatan yang aman, fleksibel, dan terintegrasi
– Memberikan nilai bisnis yang berbeda
– Efisien
– Peningkatan produktivitas dan keutungan
– Pendekatan yang aman, fleksibel, dan terintegrasi
– Memberikan nilai bisnis yang berbeda
– Efisien
– Peningkatan produktivitas dan keutungan
Dengan demikian, maka
akan dengan mudah mendefinisikan e-bisnis dalam satu arti utuh, yaitu:
E-bisnis adalah
penggunaan teknologi informasi dan komunikasi oleh organisasi, individu,
atau pihak-pihak terkait untuk menjalankan dan mengelola proses bisnis utama sehingga
dapat memberikan keuntungan—dapat berupa berupa keamanan, fleksibilitas, integrasi,
optimasi, efisiensi, atau/dan peningkatan produktivitas dan profit.
atau pihak-pihak terkait untuk menjalankan dan mengelola proses bisnis utama sehingga
dapat memberikan keuntungan—dapat berupa berupa keamanan, fleksibilitas, integrasi,
optimasi, efisiensi, atau/dan peningkatan produktivitas dan profit.
Contoh: Harian Kompas
yang juga memiliki e-bisnis Kompas Online. Kompas menjalankan
proses bisnis utamanya berupa penyediaan berita dan distribusinya, tidak lagi hanya melalui
media cetak saja tetapi juga melalui internet. Keutungan yang dapat diberikan Kompas online
dapat diakses oleh seluruh penduduk di Indonesia (bahkan dunia), up to date, memangkas
biaya kertas, dapat diakses 24 jam, dll.
proses bisnis utamanya berupa penyediaan berita dan distribusinya, tidak lagi hanya melalui
media cetak saja tetapi juga melalui internet. Keutungan yang dapat diberikan Kompas online
dapat diakses oleh seluruh penduduk di Indonesia (bahkan dunia), up to date, memangkas
biaya kertas, dapat diakses 24 jam, dll.
MEMBANGUN SEBUAH SISTEM INFORMASI E-BISNIS
Terdapat beberapa metode didalam
membangun sebuah Sistem Informasi e-Bisnis seperti Metode daur hidup (life
cycle), prototype, dan metode spiral. Dari ketiga macam metode tersebut, metode
daur hidup cocok untuk pembangunan sistem e-business, karena memiliki beberapa
beberapa karakteristik yaitu proses dilakukan selangkah demi selangkah yang
disertai dengan proses doumentasi yang rapi.
Metode daur hdup terdiri dari beberapa
tahapan proses, yaitu tahap perencanaan, analisis, perancangan, penerapan,
evaluasi, penggunaan, dan pemeliharaan. Pada setiap tahapan dilakukan proses
pendokumentasian atas segala yang telah dilakukan atau disepakati.
Proses Perencanaan Sistem
e-Business
Proses perencanaan sistem e-bisnis Dalam membangun sistem
e-Business buka hanya mengkomputerisasi Sistem Informasi bisnis yang kemudian
dihubungkan ke Internet. Jika pemahaman itu yang menjadi landasan dalam
membangun sistem e-Business, maka sistem itu sulit untuk bertahan.
Sehingga dibutuhkan Dorongan seperti :
1.
Adanya keinginan yang kuat dan
konsisten untuk membangun hubungan langsung dengan konsumen.
2.
Pembangunan Jaringan Komunitas.
3.
Perluasan pasar.
4.
Masuk era persaingan global
Yang dibutuhkan dalam Pembentukkan Sistem E-Business
·
Mendayagunakan komputer
personal, jaringan komputer dan Internet seoptimal mungkin.
·
Membangun halaman web untuk
jalinan komunikasi antara perusahaan dengan konsumen secara efektif dan
fleksibel.
·
Membangun SI e-Business yang
efektif.
Tahap – Tahap Pembentukkan Sistem E-Business
§ Tahap
Perencanaan E-Business
1.
Memahami permasalahan yang muncul dan
mendefinisikan secara rinci.
2.
Merumuskan kasus-kasus bisnis
yang ingin diselesaikan.
3.
Mengestimasikan total investasi
yang akan disediakan.
4.
Rencana aksi yang konkrit.
§ Tahap
Analisis E-Business
Menurut Mc.Leod terdapat 6 dimensi kelayakan :Kelayakan
teknis, Pengembalian ekonomis, Pengembalian non-ekonomis, Hukum dan etika,
Operasional, Jadwal.
Faktor lain :
Kelayakan organisasi, Kemungkinan permodalan, Tingkat kompetisi produk, Harga
sistem. Untuk tahap ini harus dilakukan seobyektif mungkin agar hasilnya
tidak bias.
§ Tahap
Perancangan E-Business
1. Fase pemahaman kriteria kebutuhan sistem.
2. Selain memperhatikan rekomendasi kelayakan, perlu memperhatikan :
·
Kebutuhan Perusahaan
·
Kebutuhan Operator
·
Kebutuhan Teknis
§ Tahap
Pemaparan E-Business
1. Tahap ini merupakan kegiatan untuk
mengimplementasikan rancangan yang telah disusun sebelumnya agar dapat
diwujudnyatakan
2. Implementasi untuk prosedur di dalam teknologi komputer akan
menggunakan bahasa komputer
3. Sementara itu, untuk proses yang terdapat di
luar sistem komputer, disusunlah sebuah konvensi atau perjanjian atau tata
tertib, agar setiap orang yang terlibat dapat mengikuti alur yang telah
ditetapkan
4. Untuk merealisasikan sistem pada tahap
pemaparan ini, ditempuh beberapa metode, antara lain, penggunaan paket
aplikasi, pengembangan oleh staf sendiri (insourcing), dan pengembangnan yang
dilakukan dengan kerjasama dari pihak luar seperti konsultan atau software
house (outsourcing)
Faktor yang menyebabkan Kegagalan Sistem Informasi E-Business
·
Sering orang memandang Sistem
Informasi e-Business adalah paling utama dan penting, sementara melupakan
komitmen dan konsistensi terhadap materi informasi, produk dan respon layanan
kepada konsumen.
·
Antar-muka Sistem Informasi
e-Business sering kurang interaktif, kurang komunikatif dan kurang mudah
digunakan oleh konsumen, karena antar muka sering dibangun berdasarkan selera
pembuatnya.
·
Perubahan cara pandang, pola
berbisnis, dan sistim dari tradisonal dan lokal menjadi moderen dan global;
perusahaan dan pebisnis membutuhkan waktu untuk beradaptasi
dengan perubahan tersebut.
RANCANGAN PEMBANGUNAN E- BUSINESS
I. Membangun Sebuah e-Business
Dalam membangun sebuah e-business, ada lima tahapan yang harus
dilalui oleh calon pebisnis online. Kelima tahapan dalam perencanaan
pembangunan sebuah bisnis online atau e-biz.
·
Penetapan strategi E-biz.
·
Perencanaan Website yang
Representatif.
·
Pembuatan Website.
·
Promosi Website.
·
Respons terhadap feedback yang
muncul,yang diakhiri dengan worksheet merencanakan business action plan.
II. Kapan Kita Membutuhkan Website?
Apakah kita sudah benar-benar siap untuk membangun sebuah stategi
e-biz kita?sebelum melangkah, sebaiknya diperhitungkan terlebih dahulu apakah
bisnis anda benar-benar membutuhkan sebuah website. dengan melakukan pengetesan
Bterlebih dahulu kita dapat melihat permasalahan sebenarnay lebih mudah.
berikut beberapa pertimbangan yang dapat menunjuan perlu tidaknya bisnis kita
memiliki website.
·
Pesaing anda telah online lebih
dulu dengan sebuah website dan anda yakin bahwa keberadaan online mereka telah
membuat bisnis menjadi lebih buruk bagi anda.
·
Konsumen dan prospek terbaik
anda adalah web-savvy
·
Bisnis anda akan memperoleh
keuntungan dari berkomunikasi dengan para konsumen.
·
Aktivitas pemasaran bsinis anda
akan lebih sukses dengan adanya sebuah website.
·
Bisnis anda akan memperoleh
keuntungan dari direct sales dan distribusi.
·
Produk anda termasuk tipe
produk yang sangat terdukung oleh promosi dan atau penjualan online.
·
Aliansi bsinis anda
mengharuskan adanya sebuah website.
III. Tahapan Perencanaan Pembangunan Bisnis Online
1. Penetapan Strategi e-Biz
Langkah 1:
mengidenifikasikan internet benefit .
·
Internet benefit ini nantinya
akan muncul melalui dua cara:
·
Dengan menggunakann
feature-feature pada Web sebagai bagian dari produk atau layanan .
·
Menggunakan web untuk
meningkatkan keuunggulan yang sudah ada pada produk atau layanan .
Langkah 2 :
Menentukan model pendapatan
·
Terdapat beberapa pendekatan
dasar untu mendatangkan pendapatan melalui sebuah web .
·
Direct sales : pendapatan
akan dating langsung dari penjualan produk atau layanan.
·
Indirect sales :
pendapatan akan dating secara tidak langsung dari site content melalui
penjualan space iklan.
·
Licensing atau selling
content : pendapatan akan diperoleh dari lisensi atau penjualan content ke
pihak atau site lain.
Langkah 3 :
Penetapan tujuan dan objective e-biz
·
Berikut beberapa tipe tujuan
dan objective untuk e-commerce small business.
Langkah 4 :
Pencarian ide untuk website
·
Kumpulkan pengetahuan yang
dimilii oleh pesaing dengan melakukan riset atas “best practice”
. “best practice “, diawali dengan site yang tidak mungkin menjadi
pesaing dalam bisnis anda, tetapi berisi benefit dan feature yang mungkin dapat
dipinjam dan diaplikasikan pada e-biz anda nantinya.
Langkah 5 :
Membuat preliminary project plan
·
Bila keempat langkah sebelumya
telah anda pahami dengan benar,akan lebih mudah bagi anda untu membuat
sebuah preliminary project plan. Project-project terbagi dalam bebrapa
kegiatan-kegiatan umum berikut.
·
Kejelasan titik awal dan akhir.
·
Menetapkan sumber-sumberc
penting.
·
Menetapkan jangka waktu.
·
Menetapkan anggaran.
2. Perencanaan Website yang
Representatif
·
Tahap kedua adalah merencanakan
website yang cukup representative . beberapa keputusan yang harus dibuat
mengenai organisasional website dan aspek-aspek teknis dari e-biz lain :
Langkah 1 :
Memilih technical resource
Langkah 2 : Membuat sebuah site map
Langkah 3 : Pemantapan tampilan website b
Langkah 4 : Membangun fungsionalitas teknis pada website
Langkah 5 : Membuat rencana pemeliharaan website
Langkah 2 : Membuat sebuah site map
Langkah 3 : Pemantapan tampilan website b
Langkah 4 : Membangun fungsionalitas teknis pada website
Langkah 5 : Membuat rencana pemeliharaan website
3. Pembuatan website
Langkah 1 : Rencana
isi (content)
·
Rencana isi ini akan sangat
membantu dalam menjelaskan mengenai :
·
Isi yang sebenarnya di butuhkan
·
Apakah isi ini sudah ada
sebelumnya atau tidak
·
Isi apa yang perlu untuk
dibuat
Langkah 2 : Membuat
homepage
·
Terdapat beberapa hal penting
yang harus selalu di ingat bila membuat homepage:
·
Kesan pertama . home page
merupakan halaman pertama, dan yang mampu menimbulkan kesan pertama pada
pengunjung site, disinilah titik kritisnya apaka mereka akan melanjutkan perjalanan
di website tersebut atau meninggalkannya ke website lain.
·
Quick assessment atas
content site.
·
Cepat dan mudah .
Langkah 3 : Merubah
content yang ada dan pengadaan content yang diperlukan
·
Membuat content untuk web
meminta tidak hanya menyangkut masalah penggubahan materi tertulis ke dalam
HTML . page (HTML-Hypertext Markup Languange – bahasa computer yang digunakan
untuk menciptkan dokumen yang dapat dibaca menggunakan web browser).
Langkah 4 :
mengintegrasikan e-biz
·
Keberadaan e-biz secara
potensial mempengaruhi keseluruhan nilai yang lain memunculkan aktifitas dalam
model bisnis antara lain :
·
Desain produk.
·
Marketing dan promosi.
·
Penjualan.
·
Akuntansi dan control
inventory.
·
Customer service.
4. Promosi e-Biz (website)
Langkah 1 : memilih
dan mendaftarkan nama domain .
·
Domain name adalah sebuah nama
unik yang mengidentifikasikan sebuah site di internet . Biaya untuk
mendaftarkan domain name sangat ringan dan biasanya registrasi ini berlaku
untuk dua tahun.
Langkah 2 : Rencana
promosi
·
Promosi memiliki kedudukan yang
sangat penting bagi keberhasilan sebuat e-biz. rencana promosi e-biz berisi
kombinasi metode promosi tradisional dengan metode online yang sesuai dengan
kondisi internet.
5. Respons Terhadap Feedback yang Masuk
Langkah 1 :
Rencana follow-up customer support
·
Dibutuhkan sebuah model unty
mem-folloe-up input dari konsumen. Beberapa model follow-up atas input dari
konsumen yang dapat dilakukan oleh bagian customer service :
·
E-mail us. Sebagian besar
website memiliki fungsi “ e-mail us “ dengan tipe dimaksudkan mendorong
pengunjung untuk bertanya.
·
1-800-Calss-Us. Sekarang banyak
usaha kecil yang memiliki saluran nomer 800 untuk menampung order dan
pertanyaan-pertanyaan.
Langkah 2 : pemeliharaan
website
·
Masalah ini telah dikupas secar
alebih mendetail mengenai pemeliharaan website untu memastikan agar apa yang
direncanakan telah diimplementasikan dengan efektif. Berikut beberapa pekerjaan
yang harus dilakukan dalam pemeliharaan sebuah website :
·
Menjaga agar content website
selalu baru,menarik,dan cocok dengan gaya website itu sendiri.
·
Memastikan isi site benar-benar
akurat dan up-to-date.
·
Melacak aliran pengunjung.
·
Memastikan semua link aktif dan
pada tempat yang tepat pada website.
Langkah 3 :
Penelusuran penggunaan site
·
Sebagian besar Internet Service
Provider (ISP) menyediakan site-tracking toolatau dapat diperoleh dengan
membeli software program sute-tracking toolmaupun software-nya akan
menimbulkan perasaan “kelebihan data tetapi kekuranagn informasi “.
Proses perencanaan sistem e-bisnis, sebelum membangun sistem
ebisnis terlebih dahulu perhatikan langkah-langkah yang harus ditempuh yaitu :
Mendaya gunakan komputer personal, jaringan komputer dan internet seoptimal
mungkin. Membangun halaman web untuk membangung jalinan komunikasi antara
perusahaan dengan konsumen secara efektif dan fleksibel. Membangun SI e-Bisnis
yang efektif Mengembangkan SI yang bersifat inter platform.Setelah semua
terpenuhi di atas barulah kita melangkah dalam tahap pembangunan system
e-bisnis. Rencana kapasitas infrastruktur e-Bisnis disesuaikan dengan rencana
pengembangan lanjut sistem e-Bisnis :
·
Aspek kapasitas bisnis
seperti
·
Analisis aspek konsumen:
·
Membuat model perilaku: CBMG
Memperkirakan/merancang perubahan-perubahan pada CBMG Aspek
inspraktuktur
·
Prakiraan beban kerja
Perencanaan kapasitas infrastruktur e-Bisnis Membuat rencana
modifikasi/upgrading komponen-komponen infrastruktur secara bertahap
Pengambilan keputusan teknis infrastruktur: Menggunakan Model Kinerja sistem
untuk mempertimbangkan keputusan: Scaling Up Penggantian dengan mesin
berkapasitas lebih besar Scaling Out Penambahan mesin dengan kapasitas yang
sama (mirroring, replikasi, mesin paralel, dsb.)
Semoga artikel ini dapat bermanfaat
bagi pembaca……